Analisis Kinerja Portofolio Reksadana Pendapatan Tetap

4499 Words Aug 18th, 2008 18 Pages
I. PENDAHULUAN Salah satu upaya menarik minat pemodal domestik di pasar modal, antara lain dapat dilakukan dengan mengembangkan industri reksadana. Menurut Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, Reksa Dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Dana dari masyarakat yang terhimpun dalam reksadana, akan dikelola oleh manajer investasi (fund manager) kedalam berbagai instrumen investasi yang tersedia, seperti : obligasi, valuta asing, maupun deposito dan surat berharga lainnya. Keberhasilan manajer investasi akan dapat terlihat dari kinerja yang tercermin dari tingkat pengembalian (return) yang mampu diberikan kepada para pemodal. …show more content…
Meskipun demikian, manfaat pengurangan risiko dalam portofolio akan mencapai titik puncaknya pada saat portofolio aset terdiri dari jumlah tertentu, dan setelah itu manfaat pengurangan risiko tidak terasa lagi. Risiko portofolio dihitung dari kontribusi risiko aset terhadap risiko portofolio. Dengan demikian, untuk menurunkan risiko, perlu dilakukan diversifikasi. Sedangkan dalam literatur keuangan, mengenal adanya dua jenis risiko, yaitu risiko tidak sistematis (unsystematic risk) dan risiko sistematis (systematic risk). Risiko tidak sistematis merupakan risiko yang disebakan oleh faktor-faktor mikro yang terdapat pada perusahaan atau industri tertentu seperti perubahan struktur permodalan, perubahan struktur aktiva, kondisi lingkungan kerja, penurunan tingkat penjualan dan lain-lain, sehingga pengaruhnya hanya terbatas pada perusahaan atau industri tersebut, dan risiko inilah yang dapat dihilangkan melalui diversifikasi dalam portofolio. Sedangkan risiko sistematis merupakan risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor makro yang mempengaruhi semua perusahaan dan industri seperti perubahan tingkat suku bunga, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap valuta asing, resesi ekonomi dan lain-lain. Risiko ini disebut juga inherent risk atau market risk, yaitu risiko
Open Document