Jurnal Manajemen Keuangan

6402 WordsSep 5, 201026 Pages
ANALISIS KURS VALAS DENGAN PENDEKATAN BOX-JENKINS: Studi Empiris Rp/US$ dan Rp/Yen, 1983.2-2000.3 Oleh: Hadi Kardoyo dan Mudrajad Kuncoro Abstract This paper attempts to analyse Rp/US$ and Rp/Yen exchange rates over the period 1983.2-2000.3. Using the Box-Jenkins approach, we tested various models to explain the behavior of Rp/US$ and Rp/Yen. The results supported both interest rate parity and purchasing power parity hypotheses for Rp/US$ exchange rates. In the case of Rp/Yen, however, the results supported purchasing-power parity hypothesis rather than that of interest rate parity. Moreover, Frenkel-Bilson, Dornbusch-Frankel, HooperMorton model cannot be applied to analyse Rp/Yen fluctuation. This study, accordingly, calls an urgency to…show more content…
Hal-hal itulah yang membuat nilai kurs valas bersifat rentan (volatile). Fluktuasi kurs ini membuat sektor-sektor perdagangan dan sektor riil kolaps, serta beban utang luar negeri yang merupakan sebagian dana untuk pembangunan menjadi semakin besar. Proses percepatan pemulihan ekonomi untuk mencapai kondisi perekonomian seperti sebelum pertengahan tahun 1997 tidak terlepas dari usaha untuk menciptakan sistem kurs valas yang mendukung kestabilan dan keterjangkauan kurs. Bahkan sampai saat ini pelaku-pelaku ekonomi masih dibayangi terjadinya krisis ekonomi lanjutan yang merupakan ekses buruk dari fluktuasi kurs valas. Hal ini membawa dampak buruk bagi percepatan proses pemulihan ekonomi. Di dunia usaha, rendahnya kepercayaan pelaku pasar nampak dari rendahnya minat 2 untuk berinvestasi di Indonesia. Dana masyarakat yang ada di bank-bank dalam negeri, sekarang ini paling tidak Rp 800 trilyun. Namun yang mampu diserap dunia usaha baru sekitar Rp 17 trilyun, padahal terdapat persetujuan penyaluran kredit dari perbankan sebesar Rp 70 trilyun. Di sisi pemerintah, dengan RAPBN 2002 yang telah disahkan, yang jelas nampak arah kontraksi ekonomi yang berlebihan. Untuk mendukung RAPBN tersebut pemerintah juga harus berjuang mati-matian untuk dapat mencapai asumsi-asumsi yang ditetapkan. Asumsi defist anggaran sebesar 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp 42,1 trilyun, yang belum memasukkan komponen
Open Document