Kekuatan Dan Kelemahan Teologi Roh Kudus Dalam Gereja Aliran Pantekosta

2720 Words Feb 21st, 2011 11 Pages
BAB I
PENDAHULUAN

Pantekosta, sebuah gerakan Protestan dunia yang dimulai pada abad ke 19 di Amerika serikat, yang namanya diambil dari Perayaan Hari Pantekosta, dimana orang-orang Kristen merayakan Pencurahan Roh Kudus kepada murid-murid Yesus.
Gerakan Pantekosta menekankan pengalaman pembaharuan rohani dan mengalami kuasa Roh Kudus setelah pertobatan untuk menjadi menjadi Saksi Kristus, dan sebagai tandanya adalah dapat berbicara dalam bahasa roh atau bahasa lidah (Glossolalia).
Pantekosta berkembang dimulai dari kemunculan sekumpulan orang yang berbahasa roh di kota Appalachians (1896), Topeka (1901) dan Los Angeles (1906). Beberapa pengkotbah awal yang memulai gerakan ini adalah WR Spurling, AJ Tomlison, Charles Parham dan William
…show more content…
Namun dalam kenyataanya banyak orang yang fokusnya adalah diri mereka sendiri, yang seharusnya adalah “aku sudah dipulihkan maka akan membantu orang lain untuk dipulihkan”. Tujuan akhir seharusnya adalah menjadi pelayan, menjadi pemberi dan melayani masyarakat dan orang-orang yang terhilang.

Menekankan Pengalaman Rohani
Kekuatan
Fokus pada pengalaman memang bisa menjadi kelemahan dan kekuatan. Pengalaman merupakan hal yang penting bagi setiap orang Kristen. Jonathan Edward menuliskan :
“ Adalah kenyataan yang terlihat jika agama mengendalikan jiwa seseorang, saya berani berkata tidak ada seorangpun akan mengalami perubahan dalam pikiran dan perkataannya, jika hatinya telah tersentuh. Kuasa Firman Allah menyebabkan perubahan yang dalam akan kasih seseorang baik kepada Allah dan Kristus, kasih pada saudara seiman, dan kasih pada semua orang, kerinduan yang kudus, sukacita yang kudus, kesedihan, ratapan dan hati yang hancur, belas kasihan, dan pengampunan, semangat, itu adalah agama yang sejati.

Donald Gee, Salah seorang Penginjil besar dari Inggris menuliskan :
“Orang-orang yang memulai dan menyebarkan kekristenan adalah orang-orang yang dipenuhi oleh api dan dibakar oleh pengalaman pribadi mereka. Dan disanalah selalu gerakan kebangunan rohani dimulai, bukan pada perdebatan doktrin dan pengucapan pengakuan iman. Tetapi dimana kerendahan hati dan keberanian hati untuk mempertaruhkan hidup mereka untuk mengalami pengalaman yang tak terbatas bersama Kristus- Ujian