Strategic Management Nissan Motor Indonesia

3676 Words Jan 8th, 2011 15 Pages
PT. Nissan Motor Indonesia - 2010

A. Case Abstract
PT. Nissan Motor Indonesia (www.nissan.co.id) merupakan sebuah kasus strategic management yang mengikutsertakan kondisi perekonomian Indonesia, informasi kompetitor, situasi persaingan di industry otomotif, kinerja PT NMI, serta kebijakan – kebijakan pemerintah yang menyangkut industry otomotif berdasarkan data tahun 2009. Analisa kasus ini bertujuan untuk mengetahui serta memilih strategi yang tepat untuk meningkatkan market share Nissan Indonesia di tahun – tahun mendatang.

PT. Nissan Motor Indonesia beroperasi sejak tahun 1969 di Indonesia. Pada saat ini, Nissan Indonesia telah menguasai 4.4% market share di Indonesia pada tahun 2009 dengan 45 outlet (jaringan penjualan, dealer dan
…show more content…
Forecast peningkatan market automotif Indonesia pada tahun 2011 yang diperkirakan mencapai 680.000 unit kendaraan[3] 4. Survey yang dilakukan oleh AC Nielsen menemukan bahwa konsumen Indonesia merupakan konsumen global yang paling percaya diri nomor 2 setelah konsumen India, dengan 46% menyatakan bahwa saat ini adalah saat yang baik, atau sangat tepat, untuk membeli barang yang mereka inginkan atau perlukan. 5. Indonesia diprediksi akan mencapai rekor penjualan mobil pada tahun ini, dilihat dari perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 6% dan konsumsi dalam negeri meningkat dengan dukungan ekspor yang kuat dari komoditi seperti batu bara, kopi, dan minyak kelapa sawit. 6. Permintaan suku cadang kendaraan yang meningkat hingga 70% (Oktober 2010)[4]

Threats 1. Pembatasan alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diyakini menurunkan angka penjualan mobil antara 10-15 persen karena menurunnya minat pasar membeli kendaraan roda empat saat ini. (Oktober 2010)[5] 2. Supply low-cost labor dari industri otomotif yang menurun menyebabkan para pekerja dapat menuntut gaji yang lebih tinggi. 3. “Jumlah kendaraan bermotor pada tahun 2009 sekitar 6,7 juta unit, dengan 2,4 juta kendaraan roda empat. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kendaraan 8,1% per tahun atau sekitar 500.000. Sementara itu, pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01% per tahun,” Udar Pristono (Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta)[6] 4. pada tahun 2010, penjualan mobil