Peluang, Tantangan & Hambatan Perbankan Syariah Di Indonesia

8159 Words Apr 26th, 2011 33 Pages
BAB I
PENDAHULUAN

Dari segi ontologi, tujuan pendirian bank-bank Islam di Indonesia maupun di seluruh dunia adalah mengikuti perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya, khususnya memungut riba dalam pinjam-meminjam.
Ini berbeda dengan tujuan pendirian bank-bank konvensional, yaitu menyediakan pinjaman dengan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Dengan kata lain, bank konvensional adalah lembaga perantara keuangan. Tujuan lebih lanjut adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis dengan memanfaatkan simpanan masyarakat yang memiliki dana surplus setelah dikurangi konsumsi.
Maka, dari segi aksiologi, bank syariah, yang semula disebut bank Islam, didirikan untuk menerapkan hukum Islam, sedangkan bank
…show more content…
Mayoritas Jumlah Penduduk Indonesia adalah Muslim
Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) jumlah penduduk Indonesia dalam sensus tercatat tembus 237 juta jiwa dan dari jumlah keseluruhan tersebut sekitar 182 juta jiwa merupakan muslim, sehingga Indonesia ditempatkan sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia atau dengan kata lain iklim usaha perbankan syariah cukup menjanjikan. 2. Pertumbuhan Perbankan Syariah cukup signifikan.
Pertumbuuhan lembaga perbankan syariah cukup signifikan sebagaiman menurut BI (Bank Indonesia) hingga akhir 2007 jumlah bank syariah mencapai 29 bank ditambah 114 unit BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan bertambah sampai bulan Oktober 2009 berjumlah 169 Unit dengan rincian 6 BUS (Bank Umum Syariah), 25 bank merupakan UUS (Unit Usaha Syariah), 138 bank merupakan Bank Perkreditan Syariah dengan nilai aset pada per juli 2010 1,92 triliun atau naik 32,41% dari posisi juli 2009 1,45 triliun.
Ada yang berbeda dalam perkembangan perbankan syariah Indonesia pada tahun 2010. Mungkin beberapa kalangan sudah menyadari atau mungkin juga belum. Yang sangat menonjol terlihat adalah penambahan jumlah Bank Umum Syariah (BUS) yang melipat ganda, dari tahun lalu berjumlah 6 BUS kini menjadi 11 BUS. Penambahan ini berasal dari spin-off bank syariah yang berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS) atau pendirian bank baru dari para investor yang masuk ke Industri perbankan syariah nasional.
Open Document